“Dahulu, para Sahabat radhiallahu ‘anhum meletakkan agama di atas kepala, sedangkan dunia dijinjing di tangan. Sehingga jika yang di kepala goyah, maka akan segera melepas yang dijinjing demi menyelamatkan yang di kepala. Namun saat ini, kita terbalik, meletakkan dunia di kepala sedangkan agama dijinjing di tangan. Sehingga ketika dunia goyah, malah melepas agama, demi menyelamatkan dunia.” – Syeikh Umar Ranpuri.

Kalimat ini merupakan jawaban dari seseorang yang menanyakan kepada beliau, “Wahai Syeikh, apa yang menyebabkan hidup kita terpuruk saat ini?”. Pada pertanyaan pertama, Syeikh hanya terdiam lalu menangis. Keesokan harinya ditanyakan kembali. Beliaupun menangis kembali dan belum memberikan jawaban. Kali ke tiga pertanyaan itu disampaikan, barulah Syeikh menjawab dengan kalimat di atas.

*penanya menceritakan langsung kejadian ini kepada saya. Barakallahu fiikum